AA dan DHA merupakan 2 jenis LCPUFAs (asam lemak tidak jenuh ganda rantai
panjang) yang berperan penting dalam perkembangan otak. AA (Asam Arakhidonat)
disintesa dari omega 6 (Asam Linoleat) dan Asam Dokosaheksaenoat (DHA) disintesa
dari Omega 3 (Asam Linolenat), keduanya merupakan komponen penting yang ada
dalam otak.
AA & DHA juga merupakan asam lemak yang berperan penting dalam
perkembangan fungsi otak dan penglihatan.
AA & DHA terdapat dalam semua membran sel, terutama di dalam otak dan
retina mata.
Secara alami, AA dan DHA dapat ditemukan di dalam ASI. Hal tersebut menyebabkan
bayi yang mendapatkan ASI memiliki perkembangan mental ketajaman penglihatan
yang lebih baik. Manfaat AA dan DHA pada ASI ini akan terus berlangsung sampai periode anak-anak.
Manfaat AA & DHA
Kecerdasan
Banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui
manfaat AA dan DHA sebagai suatu pencetak kecerdasan, salah satunya yang
dilakukan oleh Gregory Finn MD, bahwa anak-anak yang mendapatkan kecukupan AA
dan DHA dari ASI mempunyai tingkat verbal IQ 112,6; anak-anak yang mengonsumsi
susu tanpa DHA dan ARA 98,8; anak yang mengonsumsi susu dengan tambahan ARA dan
DHA 104,5. Hal ini menunjukkan, ASI tetaplah yang terbaik untuk membentuk
kecerdasan anak.
Penglihatan
AA dan DHA berperan penting dalam pembentukan
retina mata. Anak-anak usia 12 bulan yang mendapat AA dan DHA mempunyai tingkat
penglihatan sekitar -20/28 vision, sedang mereka yang tidak, angkanya berkisar
-20/41 vision, artinya anak-anak dengan DHA dan AA mempunyai penglihatan yang
lebih tajam dan jelas dibanding yang tidak. Jadi AA dan DHA berfungsi sebagai
komponen utama pada retina mata, sekaligus mengoptimalkan fungsi retina itu.
Mencegah Infeksi
Repsiratorik
Infeksi respiratorik merupakan penyakit-penyakit
yang disebabkan oleh terjadinya infeksi pada saluran hidung, sinus, “parynk” dan
“lyrynk”. Jenis penyakitnya cukup banyak seperti flu, sinusitis, “paryngitis”,
infeksi telinga, “laryngitis”, dan “bronchitis”. Gejalanya bisa berupa
batuk-batuk, radang tenggorokan, hidung tersumbat, demam, sakit kepala, dan
bersin-bersin.
Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi
ini, sebaiknya orangtua haruslah bijak dengan memberikan konsumsi AA dan DHA
pada si kecil, karena dengan pemaberian AA dan DHA dengan komposisi yang tepat
di awal kehidupannya akan memiliki kemungkinan infeksi saluran respiratorik yang
lebih rendah hingga 45% (76% pada anak yang tidak mengonsumsi AA dan DHA.
Untuk membantu imunitas dan perkembangan anak
dengan optimal, diperlukan nutrisi-nutrisi lengkap selain AA dan DHA, yaitu
vitamin E, A dan mineral “zinc” untuk mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi
saluran pernapasan akut (ISPA)
Alergi
Anak-anak yang mendapat asupan AA dan DHA
memiliki kemungkinan alergi hanya 26% dibanding anak yang tidak mengonsumsinya,
yakni sebesar 55% karenanya sangat dianjurkan bayi mendapat ASI di 6 bulan
pertamanya untuk memperkecil terjadinya alergi.
Sumber AA & DHA1. ASI
2. Ikan Salmon
3. Telur
4. Minyak
Nabati
5. Ganggang laut