Rabu, 13 Juli 2011

Vitamin K untuk Anak



Suatu ketika anak Anda tiba-tiba terpental dari sepeda. Betisnya tergores sehingga meneteskan darah. Luka kecil itu lalu dibersihkan memakai kapas sambil sedikit ditekan.  Tak lama, darah pun berhenti menetes dan luka ringan itu ditutup  plester supaya anak bermain sepeda lagi.

Apa yang membuat darah berhenti menetes dengan sendirinya sehingga Anda tak perlu repor mengatasinya? Ya.. Itulah salah satu kegunaan penting vitamin K. Vitamin ini merupakan kebutuhan vital untuk sintesis beberapa protein termasuk dalam pembekuan darah.  Disebut juga vitamin koagulasi, vitamin ini bertugas menjaga konsitensi aliran darah dan membekukannya saat diperlukan. Vitamin yang larut dalam lemak ini juga berperan penting dalam pembentukan tulang dan pemeliharaan ginjal.

Jenisnya
Vitamin K terdapat dalam tiga bentuk berbeda.  Pertama adalah vitamin K1 atau phylloquinone, yaitu jenis yang ditemukan dan dihasilkan tumbuhan.  Kedua adalah K2 atau disebut juga dengan menaquinone, yang dihasilan bakteri menguntungkan dalam sistem pencernaan. Dan yang ketiga adalah K3 atau menadione yang merupakan vitamin buatan bagi mereka yang tak mampu menyerap dari  makanan.

Seluruh vitamin K dalam tubuh Anda diproses dalam liver di mana nantinya akan digunakan untuk memproduksi zat yang membuat darah Anda bisa membeku.  Selain berperan dalam pembekuan, vitamin ini juga penting untuk pembentukan tulang terutama jenis K1. Vitamin K1 diperlukan supaya penyerapan kalsium bagi tulang menjadi maksimal dan memastikan tidak salah sasaran. 

Berapa kebutuhannya?    
Menurut standar RDA (Recommended  Dietary Allowance), kebutuhan vitamin K seseorang tergantung dari berat badannya.  Untuk dewasa, setidaknya membutuhkan 1 mikrogram setiap hari per kg berat badan.  Jadi, kalau berat badan Anda 50 kg maka kebutuhan perharinya mencapai 50 mikrogram.

Sumber vitamin K   
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin K terbilang cukup mudah karena selain jumlahnya  terbilang kecil,  sistem pencernaan kita mengandung bakteri yang mampu mensintesis vitamin K yang sebagian diserap dan disimpan didalam hati.  Namun begitu tubuh pun perlu mendapat tambahan vitamin K dari makanan.

Kebanyakan sumber vitamin K didalam tubuh adalah hasil sintesis oleh bakteri di dalam sistem pencernaan, namun Anda dapat memperoleh vitamin K dari makanan  seperti hati, sayur-sayuran berwarna hijau yang berdaun banyak, sayuran sejenis kobis (kol) dan susu.

Vitamin K dalam konsentrasi tinggi juga ditemukan pada susu kedelai, teh hijau, susu sapi, serta daging sapi dan hati. Jenis-jenis makanan probiotik, seperti yoghurt yang mengandung bakteri sehat aktif, bisa membantu menstimulasi produksi vitamin ini.

Gejala Kekurangan
Jika vitamin K tidak terdapat dalam tubuh, darah tidak dapat membeku. Hal ini dapat meyebabkan pendarahan atau hemoragik.  Bagaimanapun, kekurangan vitamin K jarang terjadi  karena hampir semua orag memperolehnya dari bakteri dalam usus dan dari makanan.  Namun kekurangan bisa terjadi pada bayi karena sistem pencernaan mereka masih steril dan tidak mengandung bakteri yang dapat mensintesis vitamin K, air susu ibu mengandung hanya sejumlah kecil vitamin K. Untuk itu bayi diberi sejumlah vitamin K saat lahir.

Pada dewasa, kekurangan dapat terjadi karena minimnya konsumsi sayuran atau mengonsumsi antobiotik terlalu lama.  Antibiotik dapat membunuh bakteri menguntungkan dalam usus yang memproduksi vitamin K. Terkadang kekurangan vitamin K disebabkan oleh penyakit liver atau masalah pencernaan.

Keracunan
Anda juga bisa mengalami keracunan vitamin K.  Ini terjadi hanya pada orang yang menerima pengganti vitamin K larut air.  Gejala-gejalanya adalah hemolisis (penghancuran sel darah merah), penyakit kuning dan kerusakan otak.

Sumber : Vitamin & Minerals, The Complete Idiot's Guide

Vitamin E untuk Anak


Vitamin yang satu ini cukup populer, terutama di kalangan wanita. Manfaatnya bagi kulit memang tak bisa dianggap remeh. Tapi ternyata keampuhan vitamin E lebih dari itu.

Manfaat

Vitamin E ternyata dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner, dengan cara membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, demikian menurut sebuah studi skala besar di Harvard University. Vitamin E juga berperan penting dalam mempertahankan sistem kekebalan tubuh, perbaikan DNA dan proses metabolisme tubuh.

Selain itu, vitamin E dapat mengurangi risiko kanker kandung kemih. Beberapa tahun lalu, The American Cancer Society mengumumkan bahwa dari satu orang yang diteliti selama 5 tahun, mereka yang rutin mengonsumsi suplemen vitamin E selama lebih dari 10 tahun terbukti mengalami penurunan risiko kanker kandung kemih.

Antioksidan dalam vitamin E juga melindungi sel-sel tubuh dari efek radikal bebas yang merusak serta memicu kanker dan penyakit kardiovaskular.

Kebutuhan Harian

Kebutuhan vitamin E yang dianjurkan untuk tipe kelompok orang berbeda. Anak-anak balita misalnya, membutuhkan asupan 6 mg vitamin E per hari. Kebutuhan pun meningkat seiring usia. Menginjak usia 9-13 tahun, kebutuhan anak hampir mencapai 2 kali lipatnya, yaitu 11 mg. Sementara usia 14 tahun ke atas, jumlah yang dibutuhkan menjadi 15 mg.

Bagaimana dengan wanita hamil? Kebutuhannya tetap sama, namun justru meningkat tajam saat menyusui. Ibu menyusui membutuhkan asupan vitamin E 19 mg per hari.

Sumbernya

Sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak sayur dan sereal yang diperkaya adalah sumber vitamin E yang baik. Variasikan menu agar dapat memenuhi kebutuhan harian tubuh.

Meskipun manfaatnya cukup banyak, sayang sekali sekitar 97% wanita dan 89% pria ternyata masih kekurangan asupan vitamin E. Berikut beberapa sumber vitamin E yang mudah ditemukan dan bisa dimasukkan ke dalam menu:

1. Minyak jagung (salad atau vegetable oil) ,1 sendok teh (Vitamin E 10%AKG)
2. Kacang, 1ons, dipanggang (Vitamin E 10% AKG)
3. Minyak kedelai, 1 sendok teh, (Vitamin E 6% AKG)
4. Brokoli,dicincang dan dipanggang ,1/2 cangkir (Vitamin E 6% AKG)
5. Mangga, diiris,1/2cangkir, (Vitamin E 6% AKG)
6. Bayam, dicincang/ direbus ,1/2cangkir, (Vitamin E 6% AKG)

Sumber : info-sehat

Vitamin C untuk Anak


Vitamin adalah zat organik yang dibutuhkan tubuh dalam kuantitas menit sehingga menjadi sangat penting. Vitamin C juga dikenal sebagai asam askorbat dan sangat dibutuhkan tubuh untuk pembentukan kolagen pada otot, tulang, pembuluh darah dan tulang rawan.
Vitamin C juga penting dalam penyerapan zat besi dan terdefinisi sebagai vitamin yang larut dalam air. Sumber utama vitamin C ada pada
sayuran dan buah-buahan yang bersifat jeruk. Orang yang kekurangan vitamin C sering menderita penyakit scurvy yang jika tidak diobati bisa mengakibatkan kematian. Para penderita ini harus diobati dan disarankan untuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran yang kaya akan vitamin C.

Selang beberapa waktu, para penderita ini dapat diminta untuk mengkonsumsi suplemen vitamin C yang sama manfaatnya seperti vitamin C dalam makanan. Kadang-kadang tubuh sangat membutuhkan vitamin C. Untuk memenuhi defisit, digunakan suplemen vitamin C.
Asupan suplemen vitamin C yang direkomendasikan adalah 1000mg setiap hari. Ini berlaku untuk orang-orang dengan kondisi normal. Namun dalam beberapa kasus dokter menyarankan untuk mengkonsumsi hingga dosis 3000mg setiap hari, tergantung pada seberapa parah kekurangan vitamin C. Rekomendasi suplemen vitamin C untuk
  • bayi yang berusia maksimal 6 bulan adalah 40mg,
  • bayi 7 sampai 12 bulan harus memiliki dosis suplemen harian 50mg,
  • anak-anak usia 1 hingga 3 tahun harus mengkonsumsi 15mg vitamin C per hari,
  • anak-anak 4 sampai 8 tahun 25mg per hari,
  • anak-anak antara usia 9 dan 13 tahun dianjurkan 45mg.
  • laki-laki usia 14 sampai 18 tahun harus mengkonsumsi 75mg  Vitamin C setiap hari,
  • perempuan dalam kelompok usia ini diharapkan mengkonsumsi 65 mg,
  • ibu hamil seharusnya mengkonsumsi suplemen vitamin C hingga 80mg setiap hari,
  • dosis untuk ibu menyusui maksimal 115mg per hari.

Penting untuk diingat bahwa konsumsi vitamin C tidak boleh melewati dosis. Konsumsi suplemen vitamin C dalam jumlah banyak dapat berefek merugikan kesehatan. Hal ini bisa berakibat diare, kram, dan berisiko merusak vitamin B12 yang diperlukan oleh tubuh. Dalam kasus lain, konsumsi suplemen vitamin C berlebihan akan menurunkan penyerapan tembaga oleh tubuh .

Orang dengan kondisi homokromatik tidak disarankan mengkonsumsi suplemen vitamin C, karena akan menyebabkan kelebihan zat besi yang dapat merugikan tubuh. Ketika mulai mengkonsumsi suplemen vitamin C, penting untuk diingat bahwa mereka yang menderita pirai /gout (penyakit yang ditandai dengan serangan mendadak dan berulang dari artritis - red) tidak boleh mengkonsumsi vitamin C terlalu banyak. Hal ini karena konsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan peningkatan asam urat. Mereka yang menderita anemia sel sabit juga diharuskan mengkonsumsi sedikit suplemen, karena sel-sel darah merah yang rapuh mudah sekali dirugikan.