Sabtu, 04 September 2010
Jenis-Jenis Makanan Bayi
Menentukan Makanan yang Cocok untuk Bayi.
Banyak ibu muda, khususnya yang baru pertama kali mengalami memiliki buah hati masih sedikit bingung dalam memilih makanan bayi yang paling tepat dan bagaimana cara yang benar pemberiannya.
Makanan, selain menjadi sumber bahan bakar energi pada tubuh manusia, seperti kita ketahui, makanan juga sebagai faktor penunjang untuk tumbuh kembang tubuh anak, pada khususnya bayi. Dimana siklus pertumbuhan bayi sangatlah pesat.
Dari paska lahir, berat bayi yang mencapai rata-rata 3 kg, dalam kurun waktu satu tahun pertumbuhannya bisa mencapai sekitar 9 kg. Oleh karena itu, sangatlah penting pemberian makanan pada bayi harus memenuhi syarat kebutuhan gizi.
Pada prinsipnya, bayi memerlukan pemberian makanan secara bertahap. Dari tahap awal yang dimulai dari yang cair, lalu setengah padat, kemudian padat dan dilanjutkan makanan biasa berupa nasi dan lauk pauk. Tidak ketinggalan asupan air, vitamin, serta mineral untuk bayi haruslah cukup,
Walau demikian, kondisi bayi menentukan kesiapan menerima asupan makanan. Karena pada prakteknya pemberian makanan bersifat individual. Belum tentu semua bayi usia 4 bulan siap diberi bubur susu.
Kondisi fisik bayi juga menentukan kesiapan menerima jenis asupan makanan. Kondisi fisik bayi meliputi berat dan tinggi badannya. Dimana dalam hal ini dokter anak-lah yang memiliki kompetensi khusus yang menilai.
Oleh karena itu, penting sekali anak dipantau tumbuh kembangnya tiap bulan dari aspek keseluruhan. Dari tinggi badan bayi, berat badan bayi, jadwal pemberian imunisasi dan metode asupan pola makannya.
Sesuaikan perkembangan fisik bayi dengan pola makannya, selama masih dalam pemantauan orangtua dan dokter anak, bayi akan mencapai proses tumbuh kembang secara optimal. Beberapa hal yang penting untuk diingat, seberapa banyak dan seberapa sering bayi makan, semuanya tergantung pada usia, tingkat pertumbuhan, berat badan, dan metabolisme. Dan semua itu tak sama antara satu bayi dengan bayi lainnya.
ASI
Bagaimanapun yang terpenting, air susu ibu (ASI) adalah asupan terpenting pada bayi. ASI, selain mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh kembang bayi, ASI juga mengandung macam-macam substansi anti-infeksi yang mampu melindungi bayi terhadap berbagai infeksi.
Pada masa usia bayi melewati 4 bulan, bayi memerlukan makanan tambahan seperti bubur susu, biskuit dan buah-buahan. Kemudian bubur saring (nasi tim yang dihaluskan) mulai usia 6 bulan dan di usia 9 bulan sudah bisa diberikan nasi tim.
Susu Formula
Jika Anda mengkombinasikan ASI dengan susu formula, sebaiknya pilih susu formula yang komposisinya paling mirip ASI. Mintalah petunjuk dokter. Begitu pun cara meramu formula dan berapa banyak formula yang akan diberikan pada bayi Anda.
Ada berbagai keadaan yang bisa membuat menyusui tidak praktis atau tidak dianjurkan. Ibu-ibu yang tidak bisa menyusui tidak boleh merasa tidak cakap atau bersalah. Sebaiknya susu formula diberikan setelah berkonsultasi dengan dokter dan para profesional ASI.
Buah-buahan
Selain menjadi sumber vitamin dan mineral, buah-buahan juga menjadi sumber serat yang bagus. Menginjak usia 6-8 bulan, bayi bisa diberikan buah-buahan seperti jeruk, pepaya, pisang, dan tomat. Buah bisa diberikan dalam bentuk jus.
Khusus tomat, rebuslah lebih dulu setelah dicuci bersih, lalu disaring untuk diambil airnya. Atau, si buah hati bisa diperkenalkan ‘finger foods’, yaitu snack yang dapat dimakan oleh bayi sendiri (tidak perlu disuapi), seperti buah yang dipotong-potong ukuran kecil sehingga bayi dapat makan sendiri. Makanan halus ini diberikan 2-3x/hari.
Buah-buahan lainnya seperti melon, alpukat, semangka, pir, dan lainnya dapat diberikan mulai usia 6 bulan. Namun hindari buah-buahan yang bergetah. Karena dapat menimbulkan diare seperti sawo, nenas, durian, mangga dan lainnya.
Pada tahap awal, berikanlah kira-kira 30-50 ml air buah sebagai pengenalan pada kondisi pencernaan bayi, pantau reaksi yang timbul. Jika setelah minum air jeruk, timbuil diare, gantilah dengan buah lain pada pemberian berikutnya yang lebih cocok. Namun satu hal terpenting, cuci bersih setiap buah sebelum diberikan pada bayi.
Makanan Padat
Menginjak usia 4-5 bulan bayi sudah bisa diberikan makanan pada. Makanan padat pertama yang diperkenalkan hendaknya masih dalam bentuk lunak agar mudah dicerna bayi, bisa berupa dalam bentuk bubur susu.
Bubur susu biasanya terbuat dari bahan tepung serelia seperti beras, maizena, terigu atau havermout, ditambah susu dan gula. Pembuatan bubur susu bisa dilakukan dengan dibuat sendiri atau membeli bubur susu instan. Namun penting diingat, jika membeli bubur instant, jangan pernah lupa untuk memeriksa tanggal kadaluarsanya.
Memasuki usia 6 bulan bayi dapat diperkenalkan pada makanan padat berikutnya, seperti halnya nasi tim. Nasi tim biasanya terdiri dari bubur beras ditambah lauk berprotein hewani maupun nabati ditambah sayuran seperti wortel dan bayam.
Ada baiknya nasi tim haruslah melalui proses penghalusan terlebih dahulu, bisa dilakukan dengan alat blender sebelum diberikan pada bayi. Setelah bayi menginjak usia diatas 10 bulan, nasi tim tidak perlu dihaluskan lagi.
Makanan Selingan
Makanan selingan bagi bayi biasanya hadir berupa dalam bentuk biskuit yang memang dibuat khusus untuk bayi. Perkenalan makanan selingan bisa diberikan disaat bayi menginjak usia 4 bulan.
Biskuit bisa dicampur air matang ataupun susu. Namun jika bayi sudah dapat duduk, berikanlah biskuit dalam bentuk kepingan. Hal ini lebih baik karena dapat melatih melatih keterampilan jari-jemari tangannya (motorik halus) serta merangsang pertumbuhan gigi pada bayi.
Setelah usia 6 bulan, bayi sudah bisa diberikan makanan lain seperti roti, agar-agar, puding, bubur kacang hijau, dan lainnya.
Untuk masalah jadwal pemberian makanan, pada umumnya diberikan tiap 3 jam sekali. Namun dalam suatu kasus, terdapat juga bayi yang sudah lapar dalam interval 2 jam. Hal tersebut normal, karena setiap bayi memiliki keunikan tersendiri.
Namun pada umumnya lambung tubuh manusia termasuk bayi akan mengalami pengosongan dalam interval 3 jam. Oleh karena itu penting halnya jika terdapat kasus bayi yang mengalami tidur lebih dari 4 jam, bayi tersebut haruslah dibangunkan dan diberikan makanan.[](DA)
10 Penyakit Umum Balita
Seperti dikutip dari buku Your Baby Month by Month karangan Su Laurent dan Peter Reader, Senin (28/6/2010) yang diterbitkan Esensi, ada beberapa gejala yang umum terjadi pada balita dan kemungkinan penyebabnya, yaitu:
1. Batuk-batuk
Penyebab yang paling umum dari kondisi ini kemungkinan selesma, atau dikenal juga sebagai infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Selain itu ada juga penyebab lainnya seperti lendir dari hidung yang mengalir ke tenggorokan, asma, bronkiolitis, batuk rejan atau pneumonia.
2. Diare
Balita yang mengalami diare umumnya memiliki kotoran yang encer dan berair. Diare ini bisa disebabkan oleh gastroenteritis, alergi atau tidak bisa menoleransi suatu makanan. Pada bayi di bawah usia 3 tahun (batita) terkadang diare disebabkan oleh sistem pencernaan yang belum sempurna.
3. Sulit bernapas
Gangguan ini umumnya terjadi pada bayi karena saluran udara yang dimilikinya masih kecil. Namun ada juga beberapa kondisi yang bisa menyebabkan bayi sulit bernapas, sepert asma, bronkiolitis atau pneumonia.
4. Sakit telinga
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh adanya infeksi pada telinga bagian tengah dan luar. Pada umumnya balita yang mengalami sakit telinga akan sering kali menarik-narik telinganya.
5. Menangis berlebihan
Penyebab medis yang bisa menyebabkan bayi menangis berlebihan adalah kondisi yang mengakibatkan sakit perut, nyeri pada tulang atau adanya infeksi tulang. Secara umum bayi yang sakit cenderung akan diam dan tidak rewel.
6. Demam
Pada umumnya demam merupakan pertanda terjadinya infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Usaha pertama yang dilakukan jika bayi demam tinggi adalah memberinya obat penurun demam, karena demam yang terlalu tinggi bisa menyebabkan kejang.
7. Kejang
Balita yang kejang adalah suatu kondisi menakutkan bagi orangtua. Namun, jika kejang terjadi akibat demam tinggi biasanya jarang berbahaya. Penyebab lain dari balita yang kejang adalah epilepsi dan kejang hari kelima, yaitu kejang tanpa ada alasan yang khusus pada bayi yang baru lahir dalam keadaan sehat.
8. Ruam
Ruam yang timbul pada balita disebabkan oleh banyak hal, sepert penyakit infeksi, alergi, eksim dan juga infeksi kulit.
9. Sakit perut
Terdapat berbagai hal yang bisa memicu sakit perut pada balita, salah satu penyebab yang paling umum adalah sembelit (konstipasi) atau susah buang air besar. Sakit perut yang dialami juga bisa disebabkan oleh gastroenteritis dan juga rasa cemas berlebihan yang dialami si kecil. Jika sakit perutnya tergolong parah, maka segera konsultasikan ke dokter.
10. Muntah
Muntah bisa disebabkan oleh infeksi seperti gastroenteritis, infeksi saluran kemih, keracunan makanan atau masalah struktural misalnya refluks atau stenosis pilorik.
Jumat, 03 September 2010
Tahap Perkembangan Bayi
Berikut ini adalah tahap-tahap perkembangan bayi Anda :
- Mata belum bisa focus, tapi sudah belajar mengenali wajah dalam jarak dekat
- Dapat menirukan anda dalam hal menjulurkan lidah atau membuka mulut
- Secara insting akan menuju kearah susu anda dan membuka mulutnya
- Memejamkan mata atau berkedip saat ada cahaya yang kuat dan akan menutup matanya bila terlalu banyak rangsangan cahaya yang masuk
- Dalam periode 24 jam tidur 16 hingga 17 jam
- Biasanya membutuhkan perawatan setiap 2 jam, tidak terlepas dari susu ibu atau susu formula dalam jangka waktu 3 atau 4 jam
- Menangis berarti membutuhkan sesuatu (makanan, ganti popok, ketenangan atau belaian)
- Mata belum bisa focus, tapi sudah belajar mengenali wajah dalam jarak dekat
- Dapat menirukan anda dalam hal menjulurkan lidah atau membuka mulut
- Secara insting akan menuju kearah susu anda dan membuka mulutnya
- Memejamkan mata atau berkedip saat ada cahaya yang kuat dan akan menutup matanya bila terlalu banyak rangsangan cahaya yang masuk
- Dalam periode 24 jam tidur 16 hingga 17 jam
- Biasanya membutuhkan perawatan setiap 2 jam, tidak terlepas dari susu ibu atau susu formula dalam jangka waktu 3 atau 4 jam
- Menangis berarti membutuhkan sesuatu (makanan, ganti popok, ketenangan atau belaian)
- Penglihatan cukup jelas dalam jarak 8 hingga 12 inchi, akan memandang wajah ibu saat disusui
- Gerakan, dalam hal menggenggam dan mengayun masih bersifat refleks
- Masih tidur lebih dari setengah hari, tapi pelan-pelan mulai lebih banyak tidur malam hari daripada di siang hari
- Senyuman pertama mungkin akan muncul di usia ini
- Menangis lebih banyak terjadi saat usia 6 minggu (hampir 3 jam sehari lebih sering lagi kalau ia kolik)
- Mulai mengenali wajah-wajah yang berbeda
- Dapat memegang benda dalam beberapa detik sebelum benda ittu terlepas
- Sudah mampu menoleh bila ada suara yang dating dari arah kiri atau kanan
- Masih perlu tiga atau empat kali tidur siang, dan terbangun pada malam hari untuk minum susu atau makan
- Dalam hal minum susu mungkin bervariasi dari 6 hingga 10 kali sehari
- Kadang menghentikan tangisnya sambil berharap anda menghampirinya dan memberi perhatian
- Gampang dan spontan dalam tersenyum
- Dapat memegang benda dan mengayunkannya
- Menjadi sangat asyik dengan tangan dan jari-jarinya
- Akan mengikuti gerak dan arah gerakan benda
- Ketika tengkurap, sudah dapat mengangkat kepalanya dan bersandar pada bahunya
- Menangis sebagai cara untuk mengkomunikasikan sekaligus menandakan kebosanan atau sedang butuh perhatian
- Dapat melihat ke penjuru ruangan
- Dapat berguling dengan tanpa bantuan
- Memukul-mukul air dan menendang-nendang untuk kesenangan saat sedang dimandikan
- Dapat mulai menahan kepala secara tegak
- Mulai bereksperimen dengan mengoceh
- Bisa mendengarkan musik
- Mulai tumbuh gigi
- Mengenali anggota-anggota keluarga dengan baik
- Akan mencondongkan dada untuk mengambil benda yang jatuh
- Mulai memegang benda, menggoyang-goyangkannya dan sering mengeksplorasinya dengan mulut
- Dapat melihat keseluruh ruangan
- Bisa bergulingan dengan tanpa bantuan
- Memukul dan menendang-nendang saat mandi
- Dapat menahan kepala secara tegak
- Bereksperimen dengan berbagai bentuk ocehan
- Mendengarkan musik
- Mulai tanda tumbuh gigi
- Mungkin sudah mampu duduk bila dibantu
- Dapat memutar tubuh dan menengokkan kepala
- Bila belum mulai makan makanan padat, mulai saat ini bisa dimulai
- Emosi secara keseluruhan akan muncul saat ini, mulai dari senang, sayang, dan peka terhadap humor hingga tidak sabar, takut dan tidak percaya.
- Kemungkinan bisa menambahkan beberapa konsonan pada saat mengoceh
- Bayi mungkin bisa tidur sepanjang malam dimana membuatnya bisa tidak makan atau minum selama 6 hingga 7 jam
- Ketika marah sudah bisa menenangkan diri
- Memulai beberapa bentuk awal merangkak
- Memulai dapat mengangkat tubuh untuk menuju kearah posisi berdiri
- Gigi sudah mulai terbentuk dan tumbuh disebagian formasi
- Dapat mengenali nama sendiri dalam rangkaian kata-kata yang kita ucapkan
- Senang sekali pada situasi social dan kegirangan dengan ditandai melonjak-lonjak saat tahu saatnya untuk bermain
- Merangkak maju atau mundur, kadang sambil berpegangan pada suatu benda
- Kemungkinan sudah dapat berdiri sambil bertopang pada sesuatu
- Sedikit motorik skill juga sudah berkembang seperti mengambil benda kecil dengan cara menggenggam menggunakan ibu jari dan jari lainnya
- Dapat mengingatkan kejadian yang baru lewat
- Mengerti bahwa mainan tidak hilang ketika disembunyikan, paham bahwa benda itu ada disuatu tempat tapi tidak harus tampak
- Menangis karena tidak sabar
- Belajar bertepuk tangan
- Belajar merembet atau mendaki sesuatu
- Memahami beberapa kata-kata, walaupun tidak bisa mengucapkannya
- Memahami ketinggian bahkan kadang takut dengan hal itu
- Ingin bermain didekat anda tetapi dalam prosesnya dia ingin mengeksplorasi sendiri mainannya tersebut secara independent
- Tidur siang mungkin turun hingga hanya dua kali sehari
- Mampu berjalan bila anda memegang kedua tangannya
- Duduk dari posisi berdiri
- Kadang bergoyang atau melonjak-lonjak ketika mendengarkan musik
- Menjadikan semua peralatan rumah tangga sebagai mainan
- Takut terhadap tempat-tempat yang aneh
- Mulai bagus ketika mengantisipasi kejadian, ketika lemari es dibuka ia mengharap adanya makanan, ketika anda mengambil dompet bayi anda mungkin berharap anda akan mengajaknya keluar
- Merambat sepanjang furniture rumah tanpa bimbingan anda
- Bisa berjinjit mengangkat tubuh diatas jari-jari kaki
- Meloncat dan membungkuk
- Memahami bahwa benda yang kecil dapat masuk ketempat yang lebih besar
- Bisa membuat suara-suara yang lebih berarti, termasuk menirukan irama
- Memahami kata jangan tetapi belum dapat meletakkannya dalam konteks yang berbeda
- Segera akan berdiri dan berjalan sesaat sebelum ulang tahunnya yang pertama
- Akan menirukan tindakan-tindakan seperti berbicara di telepon, menyapu lantai, mendorong trolly belanja, memberi makanan bayi dan sebagainya
- Memahami lebih banyak kata-kata yang kita ucapkan
- Kemungkinan menunjukkan secara sementara prefensi kearah salah satu orang tertentu
- Kadang menolak waktu untuk tidur baik sing ataupun malam
- Menunjukkan kasih sayang dalam bentuk tersenyum, memeluk, mencium atau tepukan dipunggung
Usia 12-15 bulan
- Berjalan
- Menggunakan peralatan seperti sikat gigi dan sisir, memegang botol, lebih gampang dipakaikan baju
- Mengucapkan 4-6 kata yang dapat dimengerti, mengenali nama dan menunjuk ke orang yang ia kenal, tertawa saat melihat gambar lucu
- Mulai mempelajari cara mencocokkan sesuatu
Usia 15-18 bulan
- Mengerti bahasa sederhana, mengendarai mainan beroda empat, mencoba menendang bola walau sering meleset, membuka laci, menurut ketika dipakaikan baju, mengonsumsi makanan berkuah
- Mengatakan 10-20 kata yang bisa dimengerti
- Mengamati bermacam bentuk, mengenali gambar di buku
- Berlari walau kadang-kadang terjatuh
Usia 18-24 bulan
- Lancar berjalan dan berlari, bisa memanjat keluar dari ranjangnya, membuka pintu, menaiki tangga tanpa bantuan
- Mengerti bahasa sehari-hari
- Membuka bungkusan, mencuci tangan, duduk di kursi tanpa bantuan
- Mengatakan 20-25 kata yang bisa dimengerti
- Mencari tahu segala sesuatu sebelum melakukannya, menggambar lingkaran, membuat garis, mengerti dua perintah sekaligus
Usia 3 tahun
- Bisa melakukan permainan Balok, Puzzle
- Bisa menggambar dan mewarnai
- Dapat melompat dengan satu kaki
- Dapat berjalan menyusuri garis
- Menyikat gigi, mencuci tangan dan mengambil minum sendiri
- Memakai sepatu sendiri
- Senang membantu tugas-tugas rumah tangga
- Bisa berhitung sampai 3
Usia 4 tahun
- Mengenal dan menyebutkan paling sedikit 1 warna
- Mandi sendiri dengan sabun, membilas tubuh, dan mengeringkan dengan handuk
- Mau menceritakan kejadian yang dialaminya dan apa yang dilihatnya
- Bisa bermain dengan anak lain
Usia 5 tahun
- Anak akan banyak bertanya dalam segala hal, sehingga berkesan cerewet
- Bisa memanjat tangga-tanga
- Dapat mengendarai sepeda roda tiga
- Dapat membawa air dalam cangkir tanpa menumpahkannya
- Senang berlari-lari
Langganan:
Postingan (Atom)


