Senin, 31 Oktober 2011

Asam Folat Untuk Anak



Fungsi Asam Folat
Asam folat yang juga dikenal sebagai vitamin B9 ini penting untuk berbagai fungsi tubuh mulai dari biosintesis nukleotida untuk mensintesis DNA, perbaikan DNA dan metilasi DNA serta bertindak sebagai kofaktor dalam reaksi biologis yang melibatkan folat. Tubuh memerlukannya untuk pembentukan sel baru.

Banyak ahli meyakini penggunaan asam folat juga efektif untuk mencegah kanker usus besar atau kanker serviks, mencegah penyakit jantung dan stroke, mengurangi kadar homosistein, membantu mengatasi masalah gangguan daya ingat seperti penyakit Alzheimer, gangguan pendengaran yang berkaitan dengan usia, mengurangi tanda-tanda penuaan, osteoporosis, gangguan tidur, depresi, nyeri saraf, nyeri otot bahkan penelitian juga menunjukkan vitamin ini bermanfaat untuk terapi bagi penderita AIDS.

Siapa yang Membutuhkan Asam Folat?
Setiap orang membutuhkan asam folat. Memang benar bahwa nutrisi ini terutama penting selama periode pembelahan sel yang cepat dan pertumbuhan. Sehingga bagi wanita yang akan hamil, asam folat sangat penting.
Selain wanita, anak-anak dan orang dewasa lainnya pun membutuhkan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah yang sehat dan mencegah anemia.

Apa Dampak Kekurangan Asam Folat?
Selain menyebabkan cacat pada janin dan gangguan kelahiran, rendahnya tingkat folat dalam tubuh juga dapat menyebabkan akumulasi homosistein di mana tingkat homosistein yang tinggi bisa meningkatkan resiko penyakit jantung, menyebabkan perbaikan DNA terganggu dan ini bisa menyebabkan kanker.

Berapa Kebutuhan Asam Folat Setiap Hari?
Asupan asam folat yang dianjurkan adalah sebesar 400 mikrogram per hari. Ini berlaku bagi anak-anak di atas usia 10 tahun serta orang dewasa baik pria maupun wanita. Sedangkan ibu hamil memerlukan tambahan asupan asam folat sebanyak 200 mikrogram per harinya. Jumlah asupan ini bisa mencegah NTD sampai 50 hingga 70 persen. Sementara itu, wanita yang memiliki riwayat NTD atau pernah mengalami NTD sebelumnya, memerlukan 4 miligram asam folat per harinya. Dan asupan ini sebaiknya dimulai sejak 4 bulan sebelum kehamilan. Gangguan kelahiran karena kekurangan asam folat terjadi pada minggu pertama kehamilan, bahkan sebelum seorang wanita menyadari bahwa dirinya sedang mengandung. Semua wanita harus membiasakan diri mengkonsumsi asam folat setiap hari meskipun tidak sedang merencanakan kehamilan.

Apa Saja Sumber Asam Folat Itu?
Sumber asam folat terutama terdapat dalam sayuran hijau (karena istilah folat berasal dari bahasa latin yaitu folium, yang berarti daun hijau), buah-buahan, hati, daging tanpa lemak, serealia utuh, biji-bijian, kacang-kacangan, dan jeruk. Asam folat tergolong vitamin B yang larut dalam air dan cepat rusak bila terpapar suhu tinggi. Jadi, dianjurkan untuk tidak memasak terlalu lama atau menyeduhnya dengan air yang sangat panas. Ketika dipanaskan dalam suhu tinggi, asam folat akan hilang sampai 30-80 persen. Mengonsumsi asam folat sebaiknya disertai dengan asupan vitamin C, B6, atau B12 untuk mengoptimalkan penyerapannya dalam tubuh.
Selain mengkonsumsi asam folat dari makanan sehari-hari, Anda bisa pertimbangkan konsumsi suplemen yang mengandung asam folat. Suplementasi asam folat kebanyakan berada dalam bentuk multivitamin yang mengandung 100% kebutuhan asam folat.
Setelah mengetahui begitu pentingnya asam folat bagi tubuh kita, dan begitu besar pula dampak yang akan timbul akibat kekurangan vitamin ini, maka pastikan Anda senantiasa mencukupi asupan asam folat Anda setiap harinya. Selain melalui makanan sehari-hari, suplementasi terutama bagi wanita, sangatlah penting. Jadi pilihlah multivitamin dengan kandungan asam folat yang cukup demi menjaga kesehatan Anda. Salah satunya adalah multivitamin dan multimineral Daily Complete Formula dari Ultimate Nutrition, yang mengandung 400 mikrogram asam folat dalam tiap servingnya, yang berarti memenuhi 100% kebutuhan harian Anda.




Selasa, 11 Oktober 2011

Zat Besi Untuk Anak



KEKURANGAN zat besi atau anemia akan menyebabkan pasokan oksigen ke seluruh tubuh kurang dan metabolisme tubuh menjadi terhambat, dan anak pun akan menjadi lesu, lemah, letih, lelah, dan lalai. Karena itulah zat besi harus ada dalam menu makanan anak sehari-hari.
Nah, anemia akan berdampak pada terhambatnya pertumbuhan fisik, daya tahan tubuh rendah, serta kemampuan belajar anak menjadi kurang. Bagi anak berusia di bawah lima tahun, anemia bisa menyebabkan IQ (intelligence quotient) nya menjadi rendah.

Sesuai dengan kebutuhan zat besi pada anak berbeda-beda tergantung pada usianya. Berikut adalah kebutuhan sesuai tahapan perkembangan si kecil:
a. Bayi yang mendapat ASI biasanya mendapat cukup zat besi dari ibunya sampai usia 4-6 tahun. Namun,  bila bayi tidak mendapat ASI, disarankan untuk mencari susu formula yang diperkaya dengan zat besi.
b. Bayi berusia 7-12 bulan butuh 11 miligram zat besi setiap harinya. Bayi berusia kurang dari 1 tahun sebaiknya diberi makanan atau susu formula yang disuplementasi dengan zat besi.
c. Anak berusia 1-12 tahun memerlukan 7-10 miligram zat besi setiap hari.
d. Anak remaja pria butuh 11 miligram zat besi, sedangkan remaja putri butuh 15 miligram zat besi setiap hari. Kebutuhan anak remaja memang lebih tinggi karena pertumbuhan tubuh mereka sangat pesat. Selain itu, gadis remaja butuh zat besi lebih banyak untuk mengganti zat besi yang hilang setiap bulannya karena menstruasi.
e. Apabila anak Anda punya jadwal latihan rutin cenderung kehilangan zat besi lebih banyak, karena itu mereka membutuhkan pengganti zat besi lewat makanan sehari-hari.


Peran Zat Besi dan Zink
Sekadar tahu, mineral adalah zat gizi mikro yang memperlancar proses pembuatan energi dan proses biologis lainnya untuk mempertahankan kesehatan. Sumber mineral terutama berasal dari sayur dan buah berwarna kuning dan hijau gelap.
Adapun zat besi merupakan mineral mikro yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia. Fungsinya untuk sistem kekebalan tubuh, meningkatkan konsentrasi, dan berperan dalam metabolisme energi. Sedangkan zink merupakan mineral esensial yang berperan dalam banyak fungsi tubuh. Di antaranya, dalam pertumbuhan, fungsi kekebalan, serta metabolisme vitamin A, protein, dan lemak.

Zat besi berperan besar dalam pembentukan sel-sel baru, termasuk otak, di mana ia mengangkut dan membagikan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Ia juga berperan dalam pembentukan sel darah merah di dalam sumsum tulang belakang. Sistem imun yang berfungsi dengan baik adalah tanda cukupnya zat besi dalam tubuh. Sumber-sumbernya adalah hati, daging merah, ikan, telur, serealia, dan sayuran berwarna hijau tua.

Jumat, 07 Oktober 2011

Kalsium Untuk Anak


Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat didalam tubuh manusia. Kira-kira 99% kalsium terdapat di dalam jaringan keras yaitu pada tulang dan gigi. 1% kalsium terdapat pada darah, dan jaringan lunak.

Tanpa kalsium yang 1% ini, otot akan mengalami gangguan kontraksi, darah akan sulit membeku, transmisi saraf terganggu, dan sebagainya.

Untuk memenuhi 1% kebutuhan ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang dimakan atau dari tulang. Apabila makanan yang dimakan tidak dapat memenuhi kebutuhan, maka tubuh akan mengambilnya dari tulang. Sehingga tulang dapat dikatakan sebagai cadangan kalsium tubuh. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, maka tulang akan mengalami pengeroposan tulang.

Para peneliti juga menemukan bahwa laki-laki dan perempuan selama masa transisi remaja menuju dewasa awal hanya mengkonsumsi kalsium sekitar 153 miligram dan 194 miligram. Kadar konsumsi tersebut jelas jauh di bawah batas ideal konsumsi kalsium manusia yang ditetapkan World Health Organization yakni 1.300 miligram (usia 9-18 tahun), 1.000 miligram (19-50 tahun), dan 1.200 miligram (di atas 51).


Kalsium merupakan zat yang amat dibutuhkan oleh tubuh untuk tumbuh kembang anak optimal, 99 persen kalsium dalam tubuh ada dalam tulang.

Sumber kalsium dalam makanan terdapat dalam sayuran daun hijau, biji- bijian, kacang- kacangan(dan olahannya), daging, telur, dan produk-produk susu.
Manfaat kalsium bagi tubuh anak yaitu untuk pembentukan tulang, gigi, proses pembekuan darah, sistem metabolisme tingkat sel, dan sistem perkembangan persarafan.
Ditambahkannya, tulang adalah pilar utama yang menyangga tubuh dan bertugas melindungi organ dalam seperti jantung, paru- paru dan otak. Tulang juga merupakan komponen utama yang menentukan kemampuan motorik seseorang selain otot.

Proses pembentukan tulang yang paling penting terjadi sejak usia bayi hingga pubertas, oleh sebab itu asupan kalsium harus cukup sejak dini untuk membentuk tulang yang kuat.
Kebutuhan kalsium untuk anak usia 1-9 tahun adalah 500-600 mg/hari menurut standar Keputusan Menteri Kesehatan No. 1593 tahun 2006. Yang penting orangtua bisa mengatur menu makan anak sehari-hari agar semua kebutuhan gizi anak tercukupi, baik melalui makanan pokok maupun camilan apalagi untuk anak yang sulit makan.

Gejala awal kekurangan kalsium tubuh menjadi lesu, lemah, berkeringat, kram otot, nyeri perut, gangguan tidur selanjutnya bisa terjadi kejang dan pembentukan tulang tidak optimal yang bisa menyebabkan tulang keropos (osteoporosis) serta proses pembekuan darah terganggu.

“Sedangkan apabila anak Anda kelebihan mengonsumsi kalsium dapat menyebabkan penyumbatan pada fungsi ginjal dan perkembangan metaolisme yang tidal efektif,” ujar Rifan.
Agar kalsium mudah diserap, tubuh harus mempunyai sistem pencernaan yang bagus dan mengonsumsi makanan mengandung kalsium yang mudah diserap (cair) oleh tubuh.
Untuk mencegah kekurangan kalsium sebaiknya dengan diet yang begizi dan seimbang, mengonsumsi makanan mengandung kalsium yang cukup.
Susu banyak mengandung kalsium
“Biasakan hidup sehat dan teratur dalam keluarga yang menjadi contoh bagi anak anda, dan menkonsumsi vitamin dan mineral,” imbuh Rifan.