Rabu, 13 Juli 2011

Vitamin E untuk Anak


Vitamin yang satu ini cukup populer, terutama di kalangan wanita. Manfaatnya bagi kulit memang tak bisa dianggap remeh. Tapi ternyata keampuhan vitamin E lebih dari itu.

Manfaat

Vitamin E ternyata dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner, dengan cara membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, demikian menurut sebuah studi skala besar di Harvard University. Vitamin E juga berperan penting dalam mempertahankan sistem kekebalan tubuh, perbaikan DNA dan proses metabolisme tubuh.

Selain itu, vitamin E dapat mengurangi risiko kanker kandung kemih. Beberapa tahun lalu, The American Cancer Society mengumumkan bahwa dari satu orang yang diteliti selama 5 tahun, mereka yang rutin mengonsumsi suplemen vitamin E selama lebih dari 10 tahun terbukti mengalami penurunan risiko kanker kandung kemih.

Antioksidan dalam vitamin E juga melindungi sel-sel tubuh dari efek radikal bebas yang merusak serta memicu kanker dan penyakit kardiovaskular.

Kebutuhan Harian

Kebutuhan vitamin E yang dianjurkan untuk tipe kelompok orang berbeda. Anak-anak balita misalnya, membutuhkan asupan 6 mg vitamin E per hari. Kebutuhan pun meningkat seiring usia. Menginjak usia 9-13 tahun, kebutuhan anak hampir mencapai 2 kali lipatnya, yaitu 11 mg. Sementara usia 14 tahun ke atas, jumlah yang dibutuhkan menjadi 15 mg.

Bagaimana dengan wanita hamil? Kebutuhannya tetap sama, namun justru meningkat tajam saat menyusui. Ibu menyusui membutuhkan asupan vitamin E 19 mg per hari.

Sumbernya

Sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak sayur dan sereal yang diperkaya adalah sumber vitamin E yang baik. Variasikan menu agar dapat memenuhi kebutuhan harian tubuh.

Meskipun manfaatnya cukup banyak, sayang sekali sekitar 97% wanita dan 89% pria ternyata masih kekurangan asupan vitamin E. Berikut beberapa sumber vitamin E yang mudah ditemukan dan bisa dimasukkan ke dalam menu:

1. Minyak jagung (salad atau vegetable oil) ,1 sendok teh (Vitamin E 10%AKG)
2. Kacang, 1ons, dipanggang (Vitamin E 10% AKG)
3. Minyak kedelai, 1 sendok teh, (Vitamin E 6% AKG)
4. Brokoli,dicincang dan dipanggang ,1/2 cangkir (Vitamin E 6% AKG)
5. Mangga, diiris,1/2cangkir, (Vitamin E 6% AKG)
6. Bayam, dicincang/ direbus ,1/2cangkir, (Vitamin E 6% AKG)

Sumber : info-sehat

Vitamin C untuk Anak


Vitamin adalah zat organik yang dibutuhkan tubuh dalam kuantitas menit sehingga menjadi sangat penting. Vitamin C juga dikenal sebagai asam askorbat dan sangat dibutuhkan tubuh untuk pembentukan kolagen pada otot, tulang, pembuluh darah dan tulang rawan.
Vitamin C juga penting dalam penyerapan zat besi dan terdefinisi sebagai vitamin yang larut dalam air. Sumber utama vitamin C ada pada
sayuran dan buah-buahan yang bersifat jeruk. Orang yang kekurangan vitamin C sering menderita penyakit scurvy yang jika tidak diobati bisa mengakibatkan kematian. Para penderita ini harus diobati dan disarankan untuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran yang kaya akan vitamin C.

Selang beberapa waktu, para penderita ini dapat diminta untuk mengkonsumsi suplemen vitamin C yang sama manfaatnya seperti vitamin C dalam makanan. Kadang-kadang tubuh sangat membutuhkan vitamin C. Untuk memenuhi defisit, digunakan suplemen vitamin C.
Asupan suplemen vitamin C yang direkomendasikan adalah 1000mg setiap hari. Ini berlaku untuk orang-orang dengan kondisi normal. Namun dalam beberapa kasus dokter menyarankan untuk mengkonsumsi hingga dosis 3000mg setiap hari, tergantung pada seberapa parah kekurangan vitamin C. Rekomendasi suplemen vitamin C untuk
  • bayi yang berusia maksimal 6 bulan adalah 40mg,
  • bayi 7 sampai 12 bulan harus memiliki dosis suplemen harian 50mg,
  • anak-anak usia 1 hingga 3 tahun harus mengkonsumsi 15mg vitamin C per hari,
  • anak-anak 4 sampai 8 tahun 25mg per hari,
  • anak-anak antara usia 9 dan 13 tahun dianjurkan 45mg.
  • laki-laki usia 14 sampai 18 tahun harus mengkonsumsi 75mg  Vitamin C setiap hari,
  • perempuan dalam kelompok usia ini diharapkan mengkonsumsi 65 mg,
  • ibu hamil seharusnya mengkonsumsi suplemen vitamin C hingga 80mg setiap hari,
  • dosis untuk ibu menyusui maksimal 115mg per hari.

Penting untuk diingat bahwa konsumsi vitamin C tidak boleh melewati dosis. Konsumsi suplemen vitamin C dalam jumlah banyak dapat berefek merugikan kesehatan. Hal ini bisa berakibat diare, kram, dan berisiko merusak vitamin B12 yang diperlukan oleh tubuh. Dalam kasus lain, konsumsi suplemen vitamin C berlebihan akan menurunkan penyerapan tembaga oleh tubuh .

Orang dengan kondisi homokromatik tidak disarankan mengkonsumsi suplemen vitamin C, karena akan menyebabkan kelebihan zat besi yang dapat merugikan tubuh. Ketika mulai mengkonsumsi suplemen vitamin C, penting untuk diingat bahwa mereka yang menderita pirai /gout (penyakit yang ditandai dengan serangan mendadak dan berulang dari artritis - red) tidak boleh mengkonsumsi vitamin C terlalu banyak. Hal ini karena konsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan peningkatan asam urat. Mereka yang menderita anemia sel sabit juga diharuskan mengkonsumsi sedikit suplemen, karena sel-sel darah merah yang rapuh mudah sekali dirugikan.

Vitamin B Kompleks untuk Anak


Pada masa pertumbuhan, asupan nutrisi anak memegang peran sangat vital. Salah satu asupan nutrisi yang tak boleh ketinggalan adalah Vitamin. Zat yang satu ini sangat dibutuhkan oleh tubuh, terutama oleh anak-anak. Salah satu vitamin yang tak boleh dilewatkan adalah Vitamin B kompleks. Vitamin ini dulu hanya dikenal sebagai Vitamin B saja (seperti Vitamin C atau Vitamin D). Tapi, pada beberapa penelitian selanjutnya, ternyata masing-masing jenis Vitamin B memiliki komposisi yang berbeda. Sekarang pun Vitamin B dibagi menjadi beberapa seperti B1, B2, B3, B6, dan B12.

Lantas apa manfaat Vitamin B Kompleks ini bagi tubuh si kecil? Manfaat yang diberikan vitamin B Kompleks bagi tubuh sangat beragam. Bagi si kecil yang sedang dalam masa pertumbuhan fisik maupun otak, Vitamin B Kompleks membantu merangsang pertumbuhan, meningkatkan kemampuan berpikir, dan memberikan tenaga tambahan. Vitamin B Kompleks juga menjadi perlindungan bagi si kecil dari ancaman penyakit beri-beri.

Tak hanya itu, Vitamin B Kompleks juga dibutuhkan untuk menjaga dan merawat kesehatan mata, kulit, kuku dan rambut. Pertumbuhan bagian-bagian tersebut bisa dijadikan indikasi kesehatan si kecil. Jika mata, kulit, kuku dan rambut si kecil sehat dan bagus, si kecil biasanya dalam keadaan sehat. Vitamin B Kompleks juga bermanfaat sebagai nutrisi anti stres. Keberadaannya juga penting untuk memproduksi dan melakukan perbaikan sel darah merah. Tak hanya itu, Vitamin B Kompleks juga mampu meningkatkan produksi sel darah putih sehingga daya tahan tubuh meningkat.

Alasan lain mengapa Vitamin B Kompleks sangat direkomendasikan kepada anak-anak karena vitamin B kompleks juga berfungsi membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh, juga ke otak. Kurangnya sirkulasi oksigen ke otak akan menurunkan konsentrasi. Dengan konsumsi Vitamin B kompleks, daya konsentrasi akan meningkat. Mengingat sangat beragamnya manfaat Vitamin B Kompleks, sangat dianjurkan untuk memberikan asupan Vitamin B Kompleks kepada si kecil. Berikut ini beberapa sumber makanan yang mengandung Vitamin B:
  • Vitamin B1 (Thiamine): Gandung, daging, susu, kacang hijau, beras, dan telur.
  • Vitamin B2 (Riboflavin): Sayuran hijau, kuning telur, dan susu.
  • Vitamin B3 (Niasin): Buah-buahan, gandum, hati, ikan, dan kentang.
  • Vitamin B5 (Pantothenic acid): Daging, susu, sayuran hijau, dan hati.
  • Vitamin B6 (Pyridoxine): Kacang-kacangan jagung, beras, hati, ikan, dan daging.
  • Vitamin B12 (Cobalamins): Telur, hati dan daging.

Berikan makanan-makanan tersebut untuk memberikan asupan Vitamin B Kompleks yang memberikan setumpuk manfaat kepada si kecil. Seandainya si kecil tidak menyukai makanan-makanan sumber Vitamin B Kompleks, Anda bisa memberikan suplemen Vitamin B Kompleks kepada si kecil. Suplemen ini biasanya lebih mudah dikonsumsi anak, karena berbentuk sirup dengan rasa yang enak.