Rabu, 13 Juli 2011

Vitamin A untuk Anak


MATA adalah jendelan dunia, demikian orang bijak mengibaratkan. Keindahan alam semesta kita rasakan dengan indra mata kita. Tidak terbayangkan gelapnya dunia tanpa sempurnanya fungsi mata kita, sehingga menjaga kesehatan mata menjadi kewajiban kita semua sejak masa balita.
Mata yang sehat ditandai dengan kornea (selaput bening yang menutupi bagian hitam dari mata) yang jernih transparan dan tembus pandang. Konjungtiva (bagian putih mata) terlihat putih warnanya. Bagian tengah mata tampak hitam, kelopak mata dapat membuka dan menutup dengan baik serta pertumbuhan bulu mata teratur mengarah ke luar.
Salah satu unsur zat gizi yang sangat diperlukan dalam rangka menjaga kesehatan mata adalah vitamin A, terutama untuk para Balita. Vitamin A tidak bisa dibuat oleh tubuh, jadi harus dipenuhi dari luar, yaitu melalui makanan. Ada berbagai bentuk vitamin A, yaitu bentuk jadi vitamin A (retinol) dan bentuk provitamin A (karatenoid). Vitamin A bentuk jadi terdapat pada mamalia dan ikan, sedangkan provitamin A terdapat dalam sayur-sayuran berwarna hijau tua dan beberapa buah berwarna jingga.
Provitamin A akan diubah menjadi vitamin A aktif di dalam usus. Contoh sumber vitamin A adalah bayam, daun singkong, pepaya yang warnanya jingga yang matang, hati dan kuning telur. Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber vitamin A yang paling baik untuk bayi dan anak sampai dua tahun.
Karatenoid (provitamin A) jika dimakan berlebihan menyebabkan jaringan lemak dan kulit berwarna kekuning-kuningan. Selain untuk menjaga kesehatan mata, vitamin A berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah anak dari kesakitan serta kematian.
Balita sangat membutuhkan vitamin A untuk kesehatannya. Anak yang kekurangan vitamin A akan mudah terkena infeksi dan terancam mengalami rabun senja. Kekurangan vitamin A membuat mata menjadi kering. Hal ini karena selaput lendir dan selaput bening mata mengalami kekeringan. Jika berlarut-larut akan menyebabkan penebalan selaput lendir, berlipat-lipat, dan berkerut, tampak bercak putih seperti busa sabun (bercak Bitot). Selanjutnya selaput bening mata akan mengalami perlukaan dan akhirnya bisa mengakibatkan kebutaan permanen yang tidk bisa dipulihkan lagi.
Kelompok-kelompok yang berisiko kekurangan vitamin A adalah bayi berat lahir rendah (BBLR), kurang dari 2.500 gram. Hal ini karena biasanya bayi lahir rendah ini berasal dari ibu yang kekurangan gizi. Ibu yang kurang gizi akan melahirkan anak yang kurang gizi pula, yang berpotensi menderita gangguan gizi lain di samping kekurangan vitamin A. Yang kedua adalah anak yang tidak mendapatkan ASI pada usia dininya. ASI adalah makanan terbaik bagi bayi –99% ibu sebetulnya bisa menyusui, hanya masalah psikologis yang bisa mempengaruhi tidak keluarnya ASI. Jadi tidak beralasan apabila ada ibu yang mengatakan tidak bisa memberi ASI karena air susunya tidak keluar, padahal semakin sering dihisap akan semakin banyak pula produksinya. Hal utama dalam menentukan kesuksesan pemberian ASI adalah kekuatan niat bagi ibu dan dukungan dari orang-orang sekitarnya.
Untuk mencegah kekurangan vitamin A, maka diadakan pemberian vitamin A dosis tinggi secara rutin dua kali dalam satu tahun. Suplementasi vitamin A dosis tinggi yang dilakukan secara berkala kepada anak, dimaksudkan, untuk menghimpun cadangan vitamin A dalam hati, agar tidak terjadi kekurangan vitamin A dan akibat buruk yang ditimbulkannya, seperti kebutaan dan kematian. Cadangan vitamin A dalam hati ini dapat digunakan sewaktu-waktu bila diperlukan. Pemberian vitamin A dosis tinggi pada bayi dan balita dilakukan melalui Puskesmas/Posyandu. Untuk bayi berumur 6-11 bulan diberikan kapsul vitamin A berwarna biru, dosisnya 100.000 IU. Untuk balita usia 1-5 tahun diberikan kapsul berwarna merah dengan dosis 200.000 IU.
Vitamin A bersifat larut dalam lemak, sehingga dosis yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gejala-gejala keracunan. Biasanya anak merasa mual, sakit kepala, dan tidak nafsu makan. Cara pemberian dengan memotong dan memencet isinya ke dalam mulut anak, akan menghindari risiko anak menelan beberapa kapsul sekaligus. Walaupun efek samping tersebut bersifat sementara, namun harus diusahakan agar tidak sampai terjadi.

Vitamin D untuk Anak




Fungsi biologis utama vitamin D adalah untuk mempertahankan tingkat darah normal kalsium dan fosfor. Vitamin D sangat diperlukan untuk tubuh manusia, dalam membantu penyerapan kalsium, membentuk dan mempertahankan tulang yang kuat. Baru-baru ini, penelitian juga menunjukkan vitamin D dapat memberikan perlindungan dari osteoporosis, hipertensi (tekanan darah tinggi), kanker, dan beberapa penyakit autoimun.

Vitamin D bekerja pada mineralisasi tulang dengan meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor melalui sistem pencernaan. Vitamin D dibawa ke hati dan dirubah menjadi aktif, lalu dibawa ke ginjal yang kemudian menjadi lebih aktif untuk menyerap kalsium kembali dari darah. Sebagian dibawa ke tulang dan sebagian tetap di dalam usus untuk membantu penyerapan kalsium dari makanan. Dengan demikian kalsium dalam tulang meningkat.

Tanpa vitamin D, usus manusia hanya mampu menyerap 10-15% kalsium dalam makanan. Dengan adanya vitamin D, usus bisa menyerap 30%, khusus pada masa pertumbuhan dan masa hamil bahkan dapat mencapai hingga 80%. American Academy of Pediatrics merekomendasikan konsumsi vitamin D sebesar 200 IU sehari untuk bayi, anak dan remaja.

Vitamin D mempunyai karakteristik yang membedakannya dari vitamin yang lain, yaitu dapat diproduksi oleh sinar matahari. Namun, walaupun tinggal di daerah tropis kita tetap berisiko kekurangan vitamin D. Kegiatan di kota besar yang sebagian besar waktunya berlangsung di ruangan tertutup dan tidak mendapatkan sinar matahari langsung merupakan salah satu penyebabnya. Atau kebiasaan orang menggunakan pakaian yang menutupi sebagian besar tubuh, juga berperan menghambat masuknya sinar ultra violet ke kulit, akibatnya berkurangnya sintesa vitamin D di kulit.

Kegiatan menjemur badan, terutama tangan, kaki, dan muka di bawah sinar matahari langsung kira-kira sampai kulit berwarna kemerahan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan vitamin D, tetapi juga menjamin cadangannya di dalam tubuh.

Selain dapat diproduksi dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari, vitamin D juga diperoleh dari makanan seperti minyak hati ikan cod, ikan tuna, ikan salmon, ikan sarden. Makanan lain yang mengandung vitamin D, yaitu hati sapi, telur, butter, dan margarine. Cereal dan produk olahan susu.

Pada anak-anak, kekurangan vitamin D menyebabkan rakhitis, yang mengakibatkan cacat rangka. Pada orang dewasa, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan osteomalacia, yang menyebabkan kelemahan otot di samping tulang lemah. Populasi yang mungkin berada pada risiko tinggi untuk kekurangan vitamin D termasuk orang tua, obesitas individu, bayi ASI eksklusif, dan mereka yang paparan sinar matahari terbatas. Juga, individu yang memiliki sindrom malabsorpsi lemak (misalnya fibrosis kistik) atau penyakit usus inflamasi (misalnya, penyakit Crohn) beresiko.

Bagaimana? Tidak susahkan membentuk dan mempertahankan tulang yang kuat untuk si kecil. Jadi, mulai sekarang jangan sungkan-sungkan untuk mengajak anak jalan atau berlari di pagi hari. Badan sehat, tulang jadi kuat.

Referensi:
Permadhi I. Keju dan vitamin D. Disampaikan dalam seminar untuk media. 2008
Vitamin D. diunduh dari http://www.mayoclinic.com/

Senin, 04 Juli 2011

10 Makanan Terbaik Untuk Kecerdasan


Beberapa makanan dijuluki “Brain Food” karena diyakini dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otak, memperbaiki fungsinya, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi berpikir anak-anak. 
Berikut ada 10 Makanan Terbaik yang masuk kategori diatas

1. Salmon
Ikan berlemak seperti salmon merupakan sumber terbaik asam lemak omega-3 – DHA and EPA – yang     keduanya penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak. Riset terbaru juga menunjukkan bahwa orang yang memperoleh asupan asam lemak lebih banyak memiliki pikiran lebih tajam dan mencatat hasil memuaskan dalam uji kemampuan. Menurut para ahli walaupun tuna mengandung asam omega-3, namun ikan ini tidaklah sekaya salmon.
2. Telur
Telur dikenal sebagai sumber penting protein yang relatif murah dan harganya cukup terjangkau. Bagian kuning telur ternyata padat akan kandungan kolin, suatu zat yang dapat membantu perkembangan memori atau daya ingat.
3. Selai kacang
“Kacang tanah (peanut) dan selai kacang merupakan salah satu sumber vitamin E. Vitamin ini merupakan antioksidan yang dapat melindungi membran-membran sel saraf. Bersama thiamin, vitamin E membantu otak dan sistem saraf dalam penggunaan glukosa untuk kebutuhan energi.
4. Gandum murni
Otak membutuhkan suplai atau sediaan glukosa dari tubuh yang sifatnya konstan. Gandum murni memiliki kemampuan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Serat yang terkandung dalam gandum murni dapat membantu mengatur pelepasan glukosa dalam tubuh. Gandum juga mengandung vitamin B yang berfungsi memelihara kesehatan sistem saraf. 

5. Oat/Oatmeal
Oat merupakan salah satu jenis sereal paling populer di kalangan anak-anak dan kaya akan nutrisi penting bagi otak. Oat dapat menyediakan energi atau bahan bakar untuk otak yang sangat dibutuhkan anak-anak mengawali aktivitasnya di pagi hari. Kaya akan kandungan serat, oat akan menjaga otak anak terpenuhi kebutuhannya di sepanjang pagi. Oat juga merupakan sumber vitamin E, vitamin B, potassium dan seng — yang membuat tubuh dan fungsi otak berfungsi pada kapasitas penuh.
6. Berry
Strawberry, cherry, blueberriy dan blackberry. Secara umum, semakin kuat warnanya, semakin banyak nutritisi yang di kandungnya. Berry mengandung antioksidan kadar tinggi, khususnya vitamin C, yang berfaedah mencegah kanker.
Beberapa riset menunjukkan mereka yang mendapatkan ekstrak blueberry dan strawberry mengalami perbaikian dalam fungsi daya ingatnya. Biji dari buah berri ini juga ternyata kaya akan asam lemak omega-3.
7. Kacang-kacangan
Kacang adalah makanan spesial sebab makanan ini memiliki energi yang berasal dari protein serta karbohidrat kompleks. Selain itu, kacang kaya akan kandungan serat, vitamin dan mineral. Kacang juga makanan yang baik untuk otak karena mereka dapat mempertahankan energi dan kemampuan berpikir anak-anak pada puncaknya di sore hari jika dikonsumsi saat makan siang.
Menurut hasil penelitian, kacang merah dan kacang pinto mengandung lebih banyak asal lemak omega 3 daripada jenis kacang lainnya — khususnya ALA – jenis asal omega-3 yang penting bagi pertumbuhan dan fungsi otak .
8. Sayuran berwarna
Tomat, ubi jalar merah, labu, wortel, bayam adalah sayuran yang kaya nutrisi dan sumber antioksidan yang akan membuat sel-sel otak kuat dan sehat.
9. Susu dan Yogurt
Makanan yang berasal dari produk susu mengandung protein dan vitamin B tinggi. Dua jenis nutrisi ini penting bagi pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter dan enzim. Susu dan yogurt juga bisa membuat perut kenyang karena kandungan protein dan karbohidratnya sekaligus menjadi sumber energi bagi otak.
Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa anak-anak dan remaja membutuhkan lebih banyak vitamin D bahkan 10 kali dari dosis yang direkomendasikan. Vitamin D adalah vitamin yang juga penting bagi sistem saraf otot dan siklus hidup sel-sel manusia secara keseluruhan.
10. Daging sapi tanpa lemak
Zat besi adalah jenis mineral esensial yang akan membantu anak-anak tetap berenergi dan berkonsentrasi di sekolag. Daging sapi tanpa lemak adalah salah atu sumber makanan yang mengandung banyak zat ebsi. Dengan hanya mengonsumsi 1 ons per hari, maka tubuh Anda akan terbantu dalam penyerapan zat besi darai sumrbe lainnya. Daging sapi juga mengandung mineral seng yang dapat membantu memelihara daya ingat .
Khsusus bagi yang vegetarian, Anda dapat memanfaatkan kacang hitam dan burger kedelai sebagai pilihan. Kacang-kacangan adalah adalah sumber penting zat besi nonheme — tipe zat besi yang membutuhkan vitamin C untuk di serap oleh tubuh . Mengonsumsi tomat , jus jeruk, strawberry dan kacang-kacangan juga dapat dipilih sebagai upaya mencukupi kebutuhan zat besi.
Sumber : WebMD